Efek Samping Kemoterapi Leukemia Yang Patut Di Ketahui!

Efek Samping Kemoterapi Leukemia Yang Patut Di Ketahui!

Selamat datang kembali di website resmi Obat Herbal Leukimia yang selalu berbagi informasi mengenai penyakit leukimia. Nah untuk kesempatan kali ini kami akan menjelaskan mengenai efek samping setelah melakukan kemoterapi leukimia. Sebelum kami jelaskan lebih lanjut alangkah baiknya kita mengetahui dahulu apa itu pengobatan kemoterapi.

Efek Samping Kemoterapi Leukemia Yang Patut Di Ketahui!

Kemoterapi mungkin diberikan selama rawat inap di rumah sakit atau klinik sebagai bagian dari pengobatan rawat jalan, meski kemoterapi juga dapat dilakukan di rumah. Namun proses pengobatan kemoterapi harus tetap diawasi oleh dokter dan perawat untuk mengamati kemungkinan efek samping atau adanya keputusan diperlukannya penggantian dengan obat-obatan.

Kapan Di Lakukannya Kemoterapi?

Kemoterapi terkadang dilakukan sebagai satu-satunya upaya penyembuhan kanker. Namun sering kali kemoterapi dilakukan bersama-sama dengan tindakan operasi, terapi radiasi untuk kanker, atau terapi biologis lain. Umumnya kemoterapi dilakukan pada saat:

  • Sebelum operasi atau terapi radiasi, agar ukuran tumor menjadi lebih kecil.
  • Setelah operasi atau terapi radiasi, untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa.
  • Saat dilakukan terapi radiasi dan terapi biologis, untuk memaksimalisasi efeknya.
  • Mencegah kembalinya pertumbuhan sel kanker atau penyebaran pada bagian tubuh lain.

Kemungkinan Terjadi Efek Samping Kemoterapi

Kemoterapi merupakan pengobatan kanker yang efektif. Terbukti telah menyelamatkan jutaan jiwa. Namun kemoterapi memiliki efek samping yang tidak kecil. Sulit untuk memprediksi seberapa berat seseorang akan mengalami efek samping dari kemoterapi sebab tiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap pengobatan tersebut.

Efek samping kemoterapi muncul karena obat-obatan tersebut tidak memiliki kemampuan membedakan sel kanker yang berkembang pesat dengan sel sehat yang secara normal juga memiliki perkembangan pesat. Misalnya sel darah, sel kulit, serta sel-sel yang ada di dalam perut sehingga kemoterapi memiliki efek negatif. Berikut adalah gejala efek samping yang bisa terjadi akibat kemoterapi:

  • Sulit tidur.
  • Mimisan.
  • Rambut rontok.
  • Mual dan muntah.
  • Gampang memar.
  • Gusi berdarah.
  • Konstipasi atau diare.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Kulit kering dan terasa perih
  • Gairah seksual menurun.
  • Rasa lelah dan lemah sepanjang hari.
  • Sesak napas dan detak jantung tidak biasa akibat anemia.

Selain itu, efek kemoterapi tidak akan menimbulkan akibat yang berbahaya bagi kesehatan. Meski pada beberapa kasus, efek samping kemoterapi bisa lebih serius dibandingkan yang lain. Misalnya tingkat sel darah putih yang menurun dengan cepat sehingga dapat meningkatkan risiko infeksi. Sedapat mungkin hindari diri Anda dari orang-orang yang sakit atau terkena infeksi selama kemoterapi.

Kemoterapi untuk kanker pada sel darah atau tulang sumsum merupakan yang paling berisiko terhadap infeksi karena jenis kanker tersebut telah menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah putih. Jika mengalami gejala seperti demam, diare, muntah-muntah, sulit bernapas, sakit dada atau pendarahan, segera temui dokter.

Hal Yang Harus Di Perhatikan Jika Melakukan Kemoterapi

Sebagian besar proses pengobatan kemoterapi diberikan kepada pasien tanpa menginap di rumah sakit. Meski tiap orang memiliki reaksi berbeda setelah kemoterapi, namun sebagian besar merasakan letih dan lelah. Hindari menyetir kendaraan sendiri atau aktivitas yang memerlukan energi atau konsentrasi tinggi setelah sesi kemoterapi. Ajaklah anggota keluarga atau kawan untuk menemani Anda pulang setelah kemoterapi.

Banyak orang yang masih mampu bekerja selama menjalani kemoterapi, tergantung dengan jenis pekerjaan dan ketahanan tubuh masing-masing. Namun jika memungkinkan, Anda dapat bekerja dari rumah atau paruh waktu. Bicarakan kemungkinan tersebut di tempat kerja Anda atau mengambil cuti.

Terutama bagi Anda dengan anak kecil di rumah, persiapkan dan rencanakan bantuan di rumah sebelum menjalani kemoterapi.

Selama pengobatan kemoterapi, Anda harus senantiasa berkonsultasi dengan dokter ketika ingin mengonsumsi obat-obat lain, termasuk obat alergi, herba, pereda nyeri, dan lainnya. Hindari konsumsi minuman keras setidaknya selama masa kemoterapi.

Mengobati penyakit berbahaya seperti kanker tidaklah mudah, termasuk saat  menjalani sesi kemoterapi. Sedapat mungkin ikuti perintah dokter dan hindari hal-hal yang dapat berisiko mengganggu proses pengobatan berjalan optimal.

Nah itulah efek samping dari pengobatan kemoterapi leukimia, maka dari itu anda harus meswapadai jika anda melakukan pengobatan secara medis. Jika anda sudah melakukan pengobatan secara medis, anda tak usah khawatir karena kami disini menyediakan obat herbal untuk mangatasi efek samping tersebut yaitu dengan mengkonsumsi ace maxs. Ace maxs merupakan obat herbal alami yang dibuat dari perpaduan ekstrak kulit manggis dan daun sirsak yang mempunyai khasiat luar biasa dapat mengobati dan menyembuhkan leukimia sampai keakarnya.

Tunggu Apalagi, Buruan Pesan Ace Maxs Sekarang Juga !! Informasi lebih lanjut silahkan KLIK >> OBAT HERBAL LEUKIMIA

Mungkin itulah artikel mengenai efek samping yang bisa terjadi pada penderita penyakit leukimia, semoga apa yang telah kami sampaikan dapat bermanfaat dan bisa membantu anda dalam mengobati penyakit yang sedang anda derita saat ini. Salam sehat dari Toko Zahra Herbal.

Baca Juga :

Apa Leukimia Itu Penyakit Berbahaya Dan Mematikan

Biaya Kemoterapi Penyakit Kanker Darah Leukimia

Apakah Penyakit Leukimia Menyebabkan Rambut Rontok?

Posted by: Ai Nuraisyah – Kesehatan – Rabu, 30 Agustus 2017 12:02:20

Leave a Comment