Sama-Sama Kanker Darah, Apa Bedanya Limfoma Dan Leukimia?

Sama-Sama Kanker Darah, Apa Bedanya Limfoma Dan Leukimia?

Selamat berkunjung kembali dan semoga kita selalu ada dalam lindungan-Nya, Sama-Sama Kanker Darah, Apa Bedanya Limfoma Dan Leukimia? Mungkin pertanyaan tersebut sering terdengar di telinga kita namun pada kenyataannya kita belum bisa mengetahui apa perbedaan dari penyakit tersebut. Nah maka dari itu untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut mari simak artikel di bawah ini sampai selesai.

Sama-Sama Kanker Darah, Apa Bedanya Limfoma Dan Leukimia

Mungkin Anda pernah mendengar dengan penyakit limfoma dan leukimia yang sama-sama disebut bersama kanker darah. Bahkan terkadang ada lebih dari satu gejala dari keduanya yang mirip, layaknya membengkaknya kelenjar getah bening. Namun memang ke dua penyakit ini sangat tidak serupa dan menyerang anggota tubuh yang tidak sama. Baik limfoma dan leukimia lebih kerap terjadi terhadap laki-laki daripada perempuan. Lantas, bagaimana membedakan ke dua style kanker darah ini? Apa saja perbedaan limfoma dan leukimia?

Apa Perbedaan Limfoma Dan Leukimia?

Meskipun sama-sama kanker darah, penyebab keduanya tentu saja berbeda. Leukimia berjalan kala sumsum tulang memproduksi sangat banyak sel darah putih yang tidak normal. Kanker ini umumnya tumbuh bersama dengan lambat, namun terhadap lebih dari satu persoalan penyakit ini termasuk dapat berkembang cepat.

Jika seseorang menderita leukimia, sel darah putih mereka yang tidak normal menumpuk dan berkembang bersama cepat. Ini selanjutnya mengakibatkan ruang yang benar-benar sedikit untuk sel-sel darah merah yang diperlukan tubuh untuk membawa oksigen. Jumlah sel darah merah pun lama kelamaan dapat berkurang.

Ada empat tipe utama leukimia, dikelompokan berdasarkan tingkat pertumbuhannya dan dimana kanker berasal dari tubuh. Jenis leukimia termasuk:

  • Leukemia mieloblastik akut
  • Leukemia mielositik kronik
  • Leukemia limfoblastik akut
  • Leukemia limfositik kronik

Berbeda bersama dengan limfoma yang memengaruhi dan bermula dari kelenjar getah bening dan juga limfosit. Limfosit adalah tidak benar satu tipe sel darah putih. Ada dua tipe limfosit, sel B dan sel T. Terdapat dua tipe utama limfoma, yakni:

  • Limfoma non-Hodgkin, yang sanggup berlangsung terhadap sel B atau sel T.
  • Limfoma hodgkin, yang melibatkan tipe limfosit sel B yang tidak normal disebut sel Red-Sternberg. Jenis ini termasuk limfoma yang lebih jarang terjadi

Jenis limfoma ini yang bakal mempengaruhi tanda-tanda tiap jenisnya dan yang menentukan pilihan perawatannya.

Lalu Apa Yang Membedakan Gejala Dari Keduanya?

Meskipun sama-sama kanker darah, tetapi tanda-tanda keduanya termasuk terlihat berbeda.

Gejala limfoma

Sebagai perbandingan, tanda-tanda limfoma beragam bergantung terhadap jenisnya. Gejala limfoma hodgkin meliputi:

  • Demam
  • Kelelahan
  • Gatal kronis
  • Keringat malam
  • Batuk dan susah bernapas
  • Adanya tonjolan di bawah kulit, biasanya di selangkangan, leher, atau ketiak.

Gejala limfoma non-Hodgkin meliputi:

  • Batuk
  • Demam
  • Sesak napas
  • Perut bengkak
  • Berkeringat dan kedinginan
  • Pembesaran kelenjar getah bening
  • Merasa kenyang bersama dengan sedikit makan
  • Dada tertekan dan nyeri penurunan berat badan.

Gejala Leukimia

  • Demam
  • Sesak napas
  • Merasa lelah
  • Nyeri tulang
  • Bengkak di perut
  • Bintik-bintik di kulit
  • Penurunan berat badan
  • Kehilangan selera makan
  • Pembesaran kelenjar getah bening
  • Perdarahan berasal dari hidung atau gusi
  • Keringat berlebih terutama di malam hari
  • Mudah mengalami perdarahan dan kebiruan (memar).

Keduanya Memiliki Aspek Risiko Yang Berbeda

Limfoma

Limfoma mampu terjadi juga terhadap semua usia, limfoma non-hodgkin mampu terjadi terhadap nyaris semua usia, sedangkan limfoma hodgkin umumnya terjadi pada umur 15-40 tahun. Faktor risiko yang meliputi adalah:

  • Infeksi HIV
  • Riwayat keluarga
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Infeksi di awalnya dengan virus Epstein-Barr (EBV)

Faktor risiko limfoma non-Hodgkin meliputi:

  • Penyakit autoimun
  • Paparan beberapa bahan kimia
  • Infeksi Helicobacter pylori kronis
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Radiasi atau kemoterapi sebelumnya.

Leukimia

Leukimia akut adalah tipe kanker yang paling umum berlangsung terhadap anak-anak, tetapi leukimia kritis yang sering berlangsung terhadap orang dewasa. Siapapun miliki kesempatan mengembangkan keadaan leukimia, sebagian aspek risiko nya meliputi:

  • Merokok
  • Kelainan genetik
  • Riwayat keluarga
  • Paparan tipe bahan kimia tertentu
  • Radiasi atau kemoterapi sebelumnya.

Cara Diagnosis Keduanya Pun Berbeda

Leukimia dan limfoma didiagnosis bersama langkah berbeda, tetapi keduanya selalu perlu pencatatan riwayat medis dan kontrol fisik.

Untuk mendiagnosis leukimia, dokter dapat lakukan tes darah untuk melacak kuantitas darah yang tidak normal. Selain itu, dokter termasuk dapat lakukan biopsi sumsum tulang. Pada sebagian kasus, dokter termasuk mampu berharap untuk lakukan tes kromosom atau lakukan rontgen atau CT scan.

Sedangkan untuk mendiagnosis limfoma, dokter dapat lakukan biopsi pada pembesaran kelenjar getah bening di area leher, ketiak atau selangkangan. Jika berasal dari hasil biopsi selanjutnya dicurigai menderita limfoma, maka dokter termasuk dapat lakukan kontrol lanjutan layaknya biopsi sumsum tulang atau CT scan untuk mengetahui stadium kanker.

Itulah perbedaan mengenai limpoma dengan leukimia, jadi sedah jelaskan bahwa limpoma dengan leukimia ini berbeda namun pada umumnya penyakit ini sama-sama di sebut dengan kanker darah.

Nah untuk mengetahui obat yang pas digunakan untuk penyakit leukimia tersebut silahkan klik disini >> Obat Leukimia Ampuh.

Artikel Menarik Lainnya :

Inilah 7 Gejala Leukimia yang Sering Terabaikan

Ternyata, Inilah Vitamin Yang Bisa Cegah Leukemia

Inilah Manfaat Daun Kenikir Dalam Mengatasi Penyakit Kanker

Post by : Obat Leukimia

1 thought on “Sama-Sama Kanker Darah, Apa Bedanya Limfoma Dan Leukimia?

Leave a Comment